<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Batik Putra Laweyan</title>
	<atom:link href="http://putralaweyan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://putralaweyan.wordpress.com</link>
	<description>Different And Classy</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Jun 2010 09:49:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='putralaweyan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/815728c1e357562e18037fd84023c020?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Batik Putra Laweyan</title>
		<link>http://putralaweyan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://putralaweyan.wordpress.com/osd.xml" title="Batik Putra Laweyan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://putralaweyan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Keunikan Arsitektur Rumah-rumah di Kawasan Laweyan</title>
		<link>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/keunikan-arsitektur-rumah-rumah-di-kawasan-laweyan/</link>
		<comments>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/keunikan-arsitektur-rumah-rumah-di-kawasan-laweyan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 09:49:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putralaweyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putralaweyan.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Gaya Indische jadi ikon bangunan Kampoeng Batik Laweyan Kawasan Laweyan selama ini dikenal sebagai kawasan yang unik. Apa yang menjadi ciri khas kawasan Laweyan? Selain sebagai salah satu sentra industri barik, kawasan Laweyan juga terdapat rumah-rumah besar berarsitektur indah dengan tembok tinggi yang mengelilinginya. Ternyata, di balik tembok-tembok tinggi dan rumah-rumah besar itu terdapat berbagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=101&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gaya Indische jadi ikon bangunan Kampoeng Batik Laweyan</strong></p>
<p><strong><a href="http://putralaweyan.files.wordpress.com/2010/06/laweyan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-102" title="laweyan" src="http://putralaweyan.files.wordpress.com/2010/06/laweyan.jpg?w=640" alt=""   /></a></strong>Kawasan Laweyan selama ini dikenal sebagai kawasan yang unik. Apa yang  menjadi ciri khas kawasan Laweyan? Selain sebagai salah satu sentra  industri barik, kawasan Laweyan juga terdapat rumah-rumah besar  berarsitektur indah dengan tembok tinggi yang mengelilinginya.</p>
<p>Ternyata, di balik tembok-tembok tinggi dan rumah-rumah besar itu  terdapat berbagai paduan seni arsitektur yang menjadikan  bangunan-bangunan di Laweyan unik.</p>
<p>Dalam pengamatan M Muqoffa, dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik  Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, rumah-rumah di Laweyan, khususnya  rumah yang dimiliki para juragan batik menunjukkan perpaduan arsitektur  dari berbagai gaya asing.</p>
<p>”Memang booming industri batik di Laweyan di abad ke-19 dan awal abad  ke-20 memberikan keuntungan ekonomi yang luar biasa buat para pelaku  bisnis batik,” kata Muqoffa saat dijumpai Espos beberapa waktu lalu.<br />
”Nah keadaan seperti ini menyebabkan masyarakat Laweyan itu punya posisi  sosial ekonomi yang lebih baik. Itu menyebabkan mereka punya kemampuan  membangun rumahnya sebagaimana keinginan,” terang alumnus UNS yang kini  tengah menempuh studi doktoral bidang sejarah arsitektur di ITS Surabaya  ini.</p>
<p>”Karena para juragan batik itu sudah mampu berdagang ke luar negeri  terutama ke Eropa, mereka jadi punya wawasan mengenai arsitektur luar  negeri. Wawasan itu lantas diterapkan untuk rumah-rumah mereka,” kata  Muqoffa pula.</p>
<p>Hal ini terlihat dari penggunaan kaca patri, corak jendela, pintu dan  hiasan-hiasan lainnya. ”Kalau dari kajian arsitektur bisa diterangkan  bahwa rumah-rumah di sana itu punya langgam atau style art deco,  Indische atau bahkan ada beberapa yang mengacu ke gaya-gaya klasik.”<br />
Pendapat ini disepakati oleh pengusaha batik yang juga pegiat Forum  Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan, Alpha Febela Priyatmono.<br />
”Dengan penghasilannya yang luar biasa para pengusaha batik itu akhirnya  punya keinginan menambah eksistensi dirinya antara lain dengan mengubah  bangunan rumahnya,” katanya.</p>
<p>Upaya mempercantik bangunan rumah yang diistilahkan Alpha sebagai sebuah  euforia ini paling banyak mengadopsi gaya Indische atau perpaduan gaya  Eropa dan Jawa. ”Gaya Indische bisa dibilang menjadi ikon bangunan  Laweyan,” tegas Alpha.</p>
<p><strong>Motif geometris</strong></p>
<p>Selain itu, lanjut Alpha, gaya arsitektur Islam juga banyak diadopsi di  Laweyan. ”Contohnya seperti motif-motif geometris pada lantai. Ini  karena orang-orang Laweyan juga sudah banyak yang ke Timur Tengah  sehingga banyak ciri khas di sana yang diaplikasikan di sini,” katanya.  Pengaruh China menurut Alpha juga bisa dijumpai.</p>
<p>Meski begitu, gaya arsitektur Jawa ternyata tidak ditinggalkan begitu  saja. Konsep rumah Jawa yang terdiri atas bagian-bagian berupa pendapa,  pringgitan, dalem, senthong dan sebagainya masih dipertahankan. ”Secara  fisik bentuknya seolah-olah seperti bangunan yang bukan Jawa karena  sudah mengadopsi gaya asing. Tapi secara konseptual itu masih bisa  disebut sebagai bangunan Jawa,” tambah Muqoffa. Gebyog atau penyekat  ruangan dari kayu yang biasanya dihiasi ukiran halus juga bisa dijumpai  di banyak rumah.</p>
<p>Aktivitas industri batik juga mempengaruhi tata letak ruang rumah.  ”Rumah Laweyan itu pasti punya bagian yang berfungsi sebagai tempat  untuk proses produksi batik,” kata Muqoffa.</p>
<p>Ciri khas lain adalah tembok tinggi mirip benteng yang menyembunyikan  pandangan ke dalam kompleks bangunan. Selain berfungsi sebagai pengaman  dari adanya pelaku tindak kriminal, tembok ini juga mencegah orang-orang  yang mungkin berniat mematai-matai atau mencuri desain eksklusif batik.  Di sisi lain, terdapat pintu tembusan atau butulan yang menghubungkan  satu rumah dengan rumah lain. Bahkan Muqoffa dan Alpha menyebut butulan  ini ada yang berupa jalan rahasia di bawah tanah. ”Pintu butulan ini  tidak ditemukan di wilayah lain,” kata Muqoffa.</p>
<p>Adanya pintu penghubung ini menunjukkan kekerabatan di antara para  penghuni kawasan Laweyan. Sementara menurut Alpha, keberadaan pintu  rahasia bawah tanah dimanfaatkan saat masa perjuangan kemerdekaan.  ”Kabarnya di masa itu pintu rahasia itu dipakai untuk menghindarkan diri  dari operasi keamanan Pemerintah Belanda.”</p>
<p><strong>Kondisi Sekarang</strong></p>
<p>Kekayaan dan keunikan kawasan Laweyan seperti yang diwakili oleh  arsitektur bangunan-bangunan yang ada di dalamnya jelas perlu  dilestarikan.</p>
<p>Meski kawasan Laweyan sudah diakui sebagai kawasan warisan budaya atau  heritage, bukan berarti status ini bisa secara otomatis melindungi  kawasan itu dari gerusan peradaban modern.</p>
<p>Lihat saja, di sepanjang Jalan dr Radjiman sudah banyak  bangunan-bangunan berarsitektur modern menggantikan kekekaran  bangunan-bangunan kuno. Sejumlah bangunan kuno juga sudah tampak lapuk  dan bahkan sudah roboh akibat gerusan usia dan ketiadaan tangan yang  mampu merawat.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<div>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;SAVE  OUR HERITAGE&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><em><strong>* Oleh : R Bambang Aris Sasangka, edited : Batik Putra Laweyan</strong></em><br />
<em><strong>* Sumber: solopos.co.id</strong></em></p>
<p><strong><em>* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN<br />
Website : <a title="http://www.putra-laweyan.co.id" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=405969386677&amp;h=9f6379607f25a82da1917cafdd72e2bf&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.putra-laweyan.co.id" target="_blank">http://www.putra-laweyan.co.id/</a></em></strong></div>
<br />Filed under: <a href='http://putralaweyan.wordpress.com/category/home/'>Home</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putralaweyan.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putralaweyan.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putralaweyan.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putralaweyan.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putralaweyan.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putralaweyan.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putralaweyan.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putralaweyan.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putralaweyan.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putralaweyan.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putralaweyan.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putralaweyan.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putralaweyan.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putralaweyan.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=101&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/keunikan-arsitektur-rumah-rumah-di-kawasan-laweyan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a23df9e5e61720d8d27224e97680ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putralaweyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putralaweyan.files.wordpress.com/2010/06/laweyan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">laweyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>K.R.T. Hardjonagoro (Go Tik Swan)</title>
		<link>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/k-r-t-hardjonagoro-go-tik-swan/</link>
		<comments>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/k-r-t-hardjonagoro-go-tik-swan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 09:47:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putralaweyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putralaweyan.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Go Tik Swan (umumnya dikenal dengan nama K.R.T. Hardjonagoro; lahir pada 11 Mei 1931) adalah seorang budayawan dan sastrawan Indonesia yang menetap di Surakarta. Ia dilahirkan sebagai putra sulung keluarga Tionghoa di kota Solo (Surakarta). Karena kedua orangtuanya sibuk dengan usaha mereka, Tik Swan diasuh oleh kakeknya dari pihak ibu, Tjan Khay Sing, seorang pengusaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=98&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://putralaweyan.files.wordpress.com/2010/06/go-tik-swan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-99" title="Go Tik Swan" src="http://putralaweyan.files.wordpress.com/2010/06/go-tik-swan.jpg?w=640" alt=""   /></a>Go Tik Swan (umumnya dikenal dengan nama K.R.T. Hardjonagoro; lahir pada  11 Mei 1931) adalah seorang budayawan dan sastrawan Indonesia yang  menetap di Surakarta. Ia dilahirkan sebagai putra sulung keluarga  Tionghoa di kota Solo (Surakarta). Karena kedua orangtuanya sibuk dengan  usaha mereka, Tik Swan diasuh oleh kakeknya dari pihak ibu, Tjan Khay  Sing, seorang pengusaha batik di Solo. Ia mempunyai empat tempat  pembatikan: dua di Kratonan, satu di Ngapenan, dan satu lagi di  Kestalan, dengan karyawan sekitar 1.000 orang.</p>
<p>Sejak kecil Tik Swan biasa bermain di antara para tukang cap, dengan  anak-anak yang membersihkan malam dari kain, dan mencucinya, mereka yang  membubuhkan warna coklat dari kulit pohon soga, dan orang-orang yang  menulisi kain dengan canting.<br />
Ia juga senang mendengarkan mereka menembang dan mendongeng tentang Dewi  Sri dan berbagai cerita tradisional Jawa. Dari mereka ia belajar  mengenal mocopat, pedalangan, gending, Hanacaraka, dan tarian Jawa.</p>
<p>Tik Swan dikirim bersekolah di Neutrale Europesche Lagere School bersama  warga kraton, anak-anak ningrat, anak-anak pemuka masyarakat, dan  anak-anak pembesar Belanda. Ini disebabkan karena kedua orangtuanya  adalah keturunan pemuka masyarakat Tionghoa pada saat itu. Ayahnya  adalah cucu dari Luitenant der Chinezen di Boyolali sedangkan ibunya  cucu Luitenant der Chinezen dari Surakarta.</p>
<p>Tidak jauh dari rumah kakeknya, tinggallah Pangeran Hamidjojo, putra  Paku Buwana X, seorang indolog lulusan Universitas Leiden dan juga  penari Jawa klasik. Di rumah sang pangeran selalu diadakan latihan tari  yang sejak awal sudah mempesona Tik Swan. Sementara itu Pangeran  Prabuwinoto membangkitkan minat Go Tik Swan pada karawitan Jawa.</p>
<p><strong>Telanjur sayang</strong><br />
Seusai perang, Tik Swan belajar di MULO di Semarang. Lulus dari VHO  Voortgezet Hooger Onderwijs (VHO) di Semarang, orangtuanya ingin ia  kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Namun ia sudah  telanjur sayang dan jatuh cinta pada kebudayaan Jawa.</p>
<p>&#8220;Saya diam-diam masuk jurusan Sastra Jawa di Fakultas Sastra UI. Ketika  ayah tahu, beliau khawatir saya tidak bisa mencari nafkah yang memadai  dengan memilih bidang itu,&#8221; ceritanya.</p>
<p>Di Fakultas Sastra, ada dua pengajar yang dianggapnya berpengaruh besar  terhadapnya Profesor Dr. Tjan Tjoe Siem, seorang ahli sastra Jawa  lulusan Leiden yang berasal dari Solo dan Profesor Dr. R.M.Ng.  Poerbatjaraka, seorang otodidak yang legendaris.</p>
<p><strong>Menarik perhatian Soekarno</strong><br />
Ketika belajar di Jakarta, Tik Swan sering berkunjung ke rumah Prof.  Poerbatjaraka dan berlatih menari Jawa di sana. Dalam perayaan Dies  Natalis Universitas Indonesia ia bersama rombongannya diundang menari di  istana. Tariannya sempat membuat Presiden Soekarno sangat terkesan  karena Tik Swan memang menari dengan sangat bagus, sementara boleh  dikatakan tidak ada keturunan Tionghoa yang tertarik untuk menari Jawa.  Tik Swan pun saat itu sudah menggunakan nama Hardjono.</p>
<p><strong>Pelopor Batik Indonesia</strong><br />
Ketika mengetahui bahwa keluarga Go Tik Swan Hardjono sudah  turun-temurun mengusahakan batik, Soekarno menyarankan agar ia  menciptakan &#8220;Batik Indonesia&#8221;. Ia tergugah, lalu pulang ke Solo untuk  mendalami segala sesuatu tentang batik, termasuk sejarah dan  falsafahnya.</p>
<p>Hubungannya yang akrab dengan keluarga kraton Solo memungkinkan Tik Swan  Hardjono belajar langsung dari ibunda Susuhunan Paku Buwana XII yang  memiliki pola-pola batik pusaka. Pola-pola batik langka yang tadinya  tidak dikenal umum maupun pola-pola tradisional lain digalinya dan  dikembangkannya tanpa menghilangkan ciri dan maknanya yang hakiki.</p>
<p>Pola yang sudah dikembangkan itu diberinya warna-warna baru yang cerah,  bukan hanya coklat, biru dan putih kekuningan seperti yang lazim  dijumpai pada batik Solo-Yogya. Lahirlah yang disebut &#8220;Batik Indonesia&#8221;.</p>
<p>Saat itu warna-warna cerah cuma dipakai pada batik Pekalongan, namun  motif batik Pekalongan kebanyakan buketan (karangan bunga aneka warna)  yang berbeda sekali dari motif batik Vorstenlanden (Solo dan Yogya) yang  biasanya sarat makna.</p>
<p><em><strong>* Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas</strong></em></p>
<p><strong><em>* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN<br />
Website : <a title="http://www.putra-laweyan.co.id" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=405967021677&amp;h=301fcecd7a2005b2559d981ddaacbdfc&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.putra-laweyan.co.id" target="_blank">http://www.putra-laweyan.co.id/</a></em></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://putralaweyan.wordpress.com/category/home/'>Home</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putralaweyan.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putralaweyan.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putralaweyan.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putralaweyan.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putralaweyan.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putralaweyan.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putralaweyan.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putralaweyan.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putralaweyan.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putralaweyan.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putralaweyan.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putralaweyan.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putralaweyan.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putralaweyan.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=98&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/k-r-t-hardjonagoro-go-tik-swan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a23df9e5e61720d8d27224e97680ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putralaweyan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putralaweyan.files.wordpress.com/2010/06/go-tik-swan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Go Tik Swan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asal muasal wastra batik Truntum</title>
		<link>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/asal-muasal-wastra-batik-truntum/</link>
		<comments>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/asal-muasal-wastra-batik-truntum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 09:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putralaweyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putralaweyan.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman dahulu, pembuatan batik yang pada tahap pembatikannya hanya dikerjakan oleh putri-putri dilingkungan kraton dipandang sebagai kegiatan penuh nilai kerokhanian yang memerlukan pemusatan pikiran, kesabaran, dan kebersihan jiwa dengan dilandasi permohonan, petunjuk, dan Rido Tuhan Yang Maha Esa. Itulah sebabnya ragam hias wastra batik senantiasa menyembulkan keindahan abadi dan mengandung nilai-nilai perlambang yang berkait [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=96&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<blockquote><p>Pada zaman dahulu, pembuatan batik yang pada tahap  pembatikannya hanya dikerjakan oleh putri-putri dilingkungan kraton  dipandang sebagai kegiatan penuh nilai kerokhanian yang memerlukan  pemusatan pikiran, kesabaran, dan kebersihan jiwa dengan dilandasi  permohonan, petunjuk, dan Rido Tuhan Yang Maha Esa. Itulah sebabnya  ragam hias wastra batik senantiasa menyembulkan keindahan abadi dan  mengandung nilai-nilai perlambang yang berkait erat dengan latar  belakang penciptaan, penggunaan, dan penghargaan yang dimilikinya.</p>
<p>Dalam Forum &#8220;Roundtable On Museum Textile&#8221; di Washington D.C. pada tahun  1979, K.P.T Hardjonagoro mengisahkan proses penciptaan ragam hias  truntum karya Kanjeng Ratu Beruk, permaisuri Sri Susuhunan Paku Buwono  III. Dalam kesedihan dan keprihatinan yang sangat dalam karena tidak  lagi memperoleh cinta kasih Sri Baginda, Kanjeng Ratu Beruk menciptakan  suatu pola batik dengan disertai doa dan permohonan rahmat kepada Sang  Pencipta agar Sri Baginda kembali mencintainya. Doa Permaisuri terkabul.  Pada suatu hari Sri Susuhunan hadir ditempat permaisuri membatik.  Kehadiran Sri Baginda ternyata diikuti oleh kehadiran Sri Baginda pada  hari-hari berikutnya. Setelah menyaksikan hasil akhir wastra batik karya  permaisuri, Sri Baginda memanggil Kanjeng Ratu Beruk kembali ke Istana.  Permaisuri mengabadikan peristiwa &#8220;kembali tumbuhnya cinta kasih Sri  Baginda&#8221; dan &#8220;kembali berkumpulnya Sri Baginda-Permaisuri&#8221; dangan  memberi nama truntum pada ragam hias batik karyanya yang memang belum  diberi nama itu. secara harafiah truntum berarti timbul atau berkumpul.</p></blockquote>
<p><em><strong>* Sumber : Buku &#8220;Batik Pengaruh zaman dan lingkungan&#8221;Penerbit  Danar Hadi.Penulis H.Santosa Doellah</strong></em></p>
<p><strong><em>* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN<br />
Website : <a title="http://www.putra-laweyan.co.id" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=405657961677&amp;h=3c9fd856a72ca27b11fc09b095f1a28e&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.putra-laweyan.co.id" target="_blank">http://www.putra-laweyan.co.id/</a></em></strong></div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://putralaweyan.wordpress.com/category/home/'>Home</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putralaweyan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putralaweyan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putralaweyan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putralaweyan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putralaweyan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putralaweyan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putralaweyan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putralaweyan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putralaweyan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putralaweyan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putralaweyan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putralaweyan.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putralaweyan.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putralaweyan.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=96&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/asal-muasal-wastra-batik-truntum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a23df9e5e61720d8d27224e97680ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putralaweyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips dan Trik Merawat Batik</title>
		<link>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/tips-dan-trik-merawat-batik/</link>
		<comments>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/tips-dan-trik-merawat-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 09:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putralaweyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putralaweyan.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat batik agar warna dan corak batik tetap terjaga, diantaranya adalah sebagai berikut : I. Batik dengan bahan Sutra Cara pencucian batik berbahan sutra jangan menggunakan mesin cuci, sebaiknya mencucinya dengan menggunakan tangan. Kalaupun ingin di Laundry sebaiknya menggunkan dry cleaning. Bila pencucian batik dengan menggunakan tangan sebaiknya jangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=74&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><strong>Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat batik agar  warna dan corak batik tetap terjaga, diantaranya adalah sebagai berikut :</strong></p>
<p><strong>I. Batik dengan bahan Sutra</strong></p>
<ol>
<li>Cara pencucian batik berbahan sutra jangan menggunakan mesin cuci,  sebaiknya mencucinya dengan menggunakan tangan. Kalaupun ingin di  Laundry sebaiknya menggunkan dry cleaning.</li>
<li>Bila pencucian batik dengan menggunakan tangan sebaiknya jangan  terlalu keras atau banyak dikucek.</li>
<li>Penggunaan deterjen yang terlalu banyak akan merusak warna batik,  jadi sebaiknya menggunakan deterjen khusus untuk bahan sutra atau untuk  hasil lebih maksimal dapat meggunakan Lerak (pencuci batik).</li>
<li>Pada saat menjemur batik sebaiknya hindari sorotan sinar matahari  langsung. Jemur ditempat yang sejuk atau teduk.</li>
</ol>
<p><strong>II. Batik dengan bahan Cotton</strong></p>
<ol>
<li>Cara pencucian batik berbahan cotton cukup dicelupkan atau direndam  saja, jangan terlalu banyak dikucek.</li>
<li>Untuk hasil maksimal, waktu pencucian jangan terlalu banyak deterjen  atau sebaiknya menggunakan sabun khusus batik ( Lerak ).</li>
<li>Pada saat menjemur batik sebaiknya hindari sorotan sinar matahari  langsung, Jemur ditempat yang sejuk atau teduh.</li>
</ol>
<p><strong>III. Gambaran Umum</strong></p>
<p>Penyimpanan batik Lama atau Tua biasanya kain panjang ( jarik ) kuno  cara pelipatan juga harus diperhatikan, jangan terlalu lama dilipat  disimpan dalam lipatan yang sama. Jika disimpan dalam almari jangan  terlalu lama, sebaiknya dalam jangka waktu tertentu ( 1 bulan sekali )  diangin-anginkan. Pencucian batik sebaiknya menggunakan sabun pencuci  batik tradisional yaitu Lerak, bisa juga menggunakan Lerak yang masih  dalam bentuk cair atau yang masih dalam bentuk buah bijian dan sebaiknya  menggunakan air suam-suam kuku. Pada saat penjemuran batik sebaiknya  diangin-anginkan saja ditempat yang sejuk dan teduk, dan jangan sampai  terkena sinar matahari langsung.</p>
<p><strong><em>* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN<br />
Website : <a title="http://www.putra-laweyan.co.id" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=391496291677&amp;h=f288af1133c02da84dbc08f9c3f9bcbf&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.putra-laweyan.co.id" target="_blank">http://www.putra-laweyan.co.id/</a></em></strong></div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://putralaweyan.wordpress.com/category/home/'>Home</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putralaweyan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putralaweyan.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putralaweyan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putralaweyan.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putralaweyan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putralaweyan.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putralaweyan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putralaweyan.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putralaweyan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putralaweyan.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putralaweyan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putralaweyan.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putralaweyan.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putralaweyan.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=74&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/tips-dan-trik-merawat-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a23df9e5e61720d8d27224e97680ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putralaweyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asal Usul Seni Batik</title>
		<link>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/asal-usul-seni-batik/</link>
		<comments>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/asal-usul-seni-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 09:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putralaweyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putralaweyan.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Mengenahi pertanyaan tentang asal mula seni batik banyak versi yang mngatakan mengenahi asal muasalnya. Situs mengenaii batik ada banyak kita peroleh pada wikipedia ataupun lainnya. Versi pertama bahwa batik berasal dari luar Indonesia yaitu srilangka, gujarad, dan afrika selatan yang disebarkan lewat perdagangan ke seluruh asia termasuk Indonesia. Versi kedua adalah batik berasal dari Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=71&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengenahi pertanyaan tentang asal mula seni batik banyak versi yang  mngatakan mengenahi asal muasalnya. Situs mengenaii batik ada banyak  kita peroleh pada wikipedia ataupun lainnya. Versi pertama bahwa batik  berasal dari luar Indonesia yaitu srilangka, gujarad, dan afrika selatan  yang disebarkan lewat perdagangan ke seluruh asia termasuk Indonesia.  Versi kedua adalah batik berasal  dari Indonesia asli. Pendapat ini  diperkuat oleh penelitian dari Soeharto dkk, dalam buku Indonesia Indah  “Batik” (BP3) yaitu berawal dari penemuan situs-situs ragam hias atau  pelukisan di dinding-dinding gua. Ragam hias ini banyak ditemukan di  gua-gua pedalaman Kalimantan berupa ragam hias atau pelukisan gambar  manusia, hewan, dan yang paling banyak adalah gambar terentang telapak  tangan manusia pada dinding-dinding gua yang dibubuhi dengan pigmen  merah sebagai system symbol kepercayaan magis.</p>
<p>Gambar gambar telapak tangan tersebut oleh masyarakat primitive  merupakan kepercayaan mereka terhadap kekuatan-kekuatan gaib/ magis.  Secara magis masyarakat tersebut pada awalnya teknik rintang bertujuan  untuk mengundang roh pelindung guna menolak roh jahat. Telapak tangan  sebagai symbol penolak bala sedangkan pigmen merah dianggap symbol roh  jahat. Anggapan bahwa dari tradisi pelukisan itulah yang oleh Soeharto  dkk, sebagai asal muasal seni batik. Versi ini dikarenakan oleh teknik  pelukisan di dinding gua tersebut menggunakan teknik rintang warna  seperti pada seni batik.</p>
<p>Perkembangan seni ini belum ada yang meneliti secara detail bagaimana  dari pelukisan di dinding gua sampai menjadi bahan sandang batik. Akan  tetapi dapat dianalisa dan dijadikan pijakan bagaimana perkembangan seni  batik yaitu dari pelukisan di dinding gua kemudian masyarakat primitive  berkembang dan mengeksplorasi zat-zat pewarna alam. Masyarakat  pedalaman memanfaatkan penemuannya tersebut bukan lagi pada pelukisan di  gua melainkan mulai melakukan pelukisan di tubuh dengan istilah rajah  (tattoo). Kemudian setelah peradapan manusia semakin maju masyarakat  primitive pun mulai mengenal pakaian dan seni pewarnaan mulai masuk pada  sandang.</p>
<p>Asumsi tersebut cukup masuk akal mengingat ada bukti-bukti bagaimana  pewarnaan pada tubuh (body painting) sampai pada pelukisan dan pewarnaan  pada sandang sampai sekarang masih ada. Kemudian oleh karena  perkembangan peradapan manusia yang semakin maju maka batik atau teknik  rintang warna mulai dikembangkan dan mengalami  penyempurnaan-penyempurnaa</p>
<div>n.  Penyebaran yang memungkinkan adalah perdagangan dan pada saat  masyarakat pada fase masyarakat kerajaan. Dari sinilah akulturasi budaya  berkembang dan mengalami pemodifikasian dari bentuk sedehana menjadi  bentuk baru.</p>
<p>Pada teori di atas jelaslah bahwa batik merupakan peninggalan budaya  manusia terutama pada system religi dan berkembang menjadi kesenian.  Bukti-bukti yang menguatkan batik berasal dari Indonesia yang dimulai  dari pedalaman Kalimantan yaitu; batik mulai menjadi budaya berkembang  pesat pada jaman kerajaan dan di Indonesia kerajaan pertama kali tumbuh  adalah Kutai di Kalimantan.</p>
<p><strong>Literature :</p>
<ol>
<li>Mlayadipura, 1950. Desa laweyan.</li>
<li>KRT. DR. (HC) Kalinggo Honggopuro. 2002. Batik sebagai busana dalam  tatanan dan Tuntunan. Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat.  Surakarta.</li>
<li>H. M. Soeharto bersama Tim. Indonesia Indah Ke-8. 1997. “Batik”.  Yayasan Harapan Kita / BP-3 TMII. Jakarta.</li>
<li>P. De. Kat Anggelo. Laporan tentang  batik (Inspektor pada Kantor  Buruh) Bagian II Jawa Tengah. 1930</li>
</ol>
<p></strong></p>
<p><strong><em>* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN<br />
Website : <a title="http://www.putra-laweyan.co.id" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=407252406677&amp;h=d9cc6c797d6f768ba62fe666846bc1b5&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.putra-laweyan.co.id" target="_blank">http://www.putra-laweyan.co.id/</a></em></strong></div>
<br />Filed under: <a href='http://putralaweyan.wordpress.com/category/home/'>Home</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putralaweyan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putralaweyan.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putralaweyan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putralaweyan.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putralaweyan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putralaweyan.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putralaweyan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putralaweyan.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putralaweyan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putralaweyan.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putralaweyan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putralaweyan.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putralaweyan.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putralaweyan.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=71&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/asal-usul-seni-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a23df9e5e61720d8d27224e97680ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putralaweyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BATIK NUSANTARA</title>
		<link>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/batik-nusantara/</link>
		<comments>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/batik-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 09:08:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putralaweyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putralaweyan.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Di seluruh nusantara sepertinya budaya secara alamiah berkembang sesuai dengan bentuk dan geografis masing-masing. Keragaman tersebut merupakan sebuah local genius dimana peradapan manusia mengalami pencarian (eksplorasi) dan penemuan-penemuan baru. Batik merupakan hasil budaya yang bisa dikatakan hampir semua wilayah nusantara ada. Dalam arti Batik disini merubakan sebagai salah satu seni budaya yang mempunyai cirri seni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=69&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di seluruh nusantara sepertinya budaya secara alamiah berkembang sesuai  dengan bentuk dan geografis masing-masing. Keragaman tersebut merupakan  sebuah local genius dimana peradapan manusia mengalami pencarian  (eksplorasi) dan penemuan-penemuan baru. Batik merupakan hasil budaya  yang bisa dikatakan hampir semua wilayah nusantara ada. Dalam arti Batik  disini merubakan sebagai salah satu seni budaya yang mempunyai cirri  seni perintang warna.</p>
<p>Melihat literature film tekstil yang dibuat oleh lembaga pendidikan seni  nusantara audio visual tekstil edisi uji coba tahun 2004 bisa dilihat  hampir teknik yang digunakan dari semple yang dipakai mempunyai  kesamaan. Hanya saja yang membedakan pada alat perintangnya. Ada yang  menggunakan tali, plastic, ada yang tali dari rotan dan sebagainya.  Meskipun terdapat perbedaan alat akan tetapi secara subtansi semua  memakai teknik perintangan warna (resist colore).</p>
<p>Mengingat sarana yang tersedia melimpah misalnya zat pewarna (nila,  soga, dll) tumbuh-tumbuhan ini tumbuh subur di Indonesia khususnya  dipulau jawa, dan tenaga menusia yang terampil juga telaten punya  kepercayaan yang kuat begitu banyak, maka seni batik tumbuh berkembang  dengan pesat, seirama dengan selera minat daerah masing-masing sehingga  banyak beberapa daerah penghasil batik. Misalnya Indramayu, Solo,  Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, Garut, Lasem, Jambi, Madura dan  pulau-pulau lainnya.</p>
<p>Setiap daerah pembatikan mempunyai ciri kas dan keunikan masing-masing.  Baik dalam ragam hias maupun tata warnanya dalam pertumbuhan dan  perkembangan batik. Batik nusantara secara garis besar mempunyai  keragaman yang itu dipengaruhi oleh beberapa factor :</p>
<ol>
<li><strong>Letak Geografis</strong></li>
<p>Penghasil batik dari daerah pesisir berlainan dengan pedalaman/ Keraton.  Daerah pesisir banyak dipengaruhi dari luar karena pedagang-pedagang  luar negeri seringkali singgah untuk berdagang. Daerah keraton banyak  dipengaruhi oleh kebudayaan dan kepercayaan yang ada.</p>
<li><strong>Sifat dan tata kehidupan daerah yang bersangkutan</strong></li>
<p>Masyarakat pesisir hampir setiap hari yang dilihat adalah warna biru  laut dan hijau daun karena daerah geografisnya. Oleh karena setiap hari  menghadapi pemandangan seperti itu maka ada rasa bosan kemudia mereka  tuangkan dalam bentuk seni batik dengan nuansa warna-warni dan kontras  yang beraneka ragam. Sebaliknya dengan batik keraton, karena mereka  terbiasa dengan warna warni yang ada di taman maka mereka membuat klasik  dan melihat warna kontras sebagai warna kasar (tidak miyayeni).</p>
<li><strong>Kepercayaan dan adat istiadat didaerah bersangkutan</strong></li>
<p>Di sini nampak bila pengaruh hindu jawa yang kuat maka ragam hias /  motifnya banyak digambarkan dengan lambing-lambang secara simbolis.  Misalnya; semen, lar, dll. Sedangkan pengaruh Islam yang kuat maka ragam  hiasnya berisi tulisan arab/ kaligrafi</p>
<li><strong>Keadaan alam sekitarnya termasuk flora dan fauna</strong></li>
<p>Di daerah pesisir ragam hiasnya banyak menggambarkan; air, ikan, udang,  dan tumbuh-tumbuhansecara naturalis.<br />
Didaerah keraton ragam hias banyak mengambarkan; gunung, kupu-kupu,  burung, tumbuh-tumbuhan secara simbolis / distilir.</p>
<li><strong>Adanya kotak / hubungan antar daerah pembatikan</strong></li>
<p>Dengan adanya kontak / hubungan daerah pembatikan menimbulkan ragam hias  yang baru (saling mempengaruhi)</p>
<li><strong>Pemujaan terhadap tokoh-tokoh kepahlawanan</strong></li>
<p>Batik solo/ yogyakarta dipengaruhi oleh tokoh-tokoh pewayangan. Misalnya  Arjuna yang memberi simbul lemah lembut, halus dan percaya diri.  Terlihat ragam hias batik solo/ yogyakarta kecil-kecil halus dan  terdapat lengkungan / ukel berwarna harmoni hitam , biru, coklat dan  krem/ putih.</ol>
<p>Karena batik adalah hasil budaya luhur nenek moyang kita maka bukti  hasil budaya itu bisa kita temukan diseluh kepulaun Indonesia terutama  pada pakaian adat. Batik dapat di kategorikan menjadi 2 kelompok :</p>
<ol>
<li><strong>Batik keraton</strong></li>
<p>Batik keraton adalah batik yang berkembang dilingkungan keraton dengan  mengacu pada nilai-nilai falsafah jawa.  Batik keraton terbatas pada  coklat soga dan biru nila<br />
Batik keraton dipengaruhi oleh tata karma jawa (feodalisme)<br />
Ciri-ciri batik keraton :</p>
<blockquote><p>- Batik keraton bernuansa kontemplatis (perenungan/ religius  magis), simetris, tertib, dan mengikuti pakem-pakem yang berlaku.</p></blockquote>
<blockquote><p>- Batik keraton terbatas pada coklat soga dan biru nila</p></blockquote>
<li><strong>Batik Pesisir</strong></li>
<p>Batik pesisir yaitu batik yang tumbuh berkembang diluar benteng keraton  atau dikembangkan oleh rakyat jelata. Di jawa, perkembangan batik ini  pada awalnya karena perang diponegoro yang mengalami kekalahan dengan  belanda dan lari ke pesisir seperti pekalongan dan wilayah lainnya.  Karena kepentingan hidup akirnya batik dikenalkan pada rakyat jelata  yang tidak lagi memperhatikan aturan-aturan keraton.<br />
Ciri-ciri batik pesisir :</p>
<blockquote><p>- Tidak terikat dengan pakem-pakem</p></blockquote>
<blockquote><p>- Corak, warna batik lebih bebas</p></blockquote>
<blockquote><p>- Biasa di pakai sebagai bahan perdagangan (niaga)</p></blockquote>
</ol>
<p><strong>Literature :</p>
<ol>
<li>Mlayadipura, 1950. Desa laweyan.</li>
<li>KRT. DR. (HC) Kalinggo Honggopuro. 2002. Batik sebagai busana dalam  tatanan dan Tuntunan. Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat.  Surakarta.</li>
<li>H. M. Soeharto bersama Tim. Indonesia Indah Ke-8. 1997. “Batik”.  Yayasan Harapan Kita / BP-3 TMII. Jakarta.</li>
<li>P. De. Kat Anggelo. Laporan tentang  batik (Inspektor pada Kantor  Buruh) Bagian II Jawa Tengah. 1930</li>
</ol>
<p></strong></p>
<p><strong><em>* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN<br />
Website : <a title="http://www.putra-laweyan.co.id" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=407254536677&amp;h=9617a2c5098937a7bdba368fc0bd176d&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.putra-laweyan.co.id" target="_blank">http://www.putra-laweyan.co.id/</a></em></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://putralaweyan.wordpress.com/category/home/'>Home</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putralaweyan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putralaweyan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putralaweyan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putralaweyan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putralaweyan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putralaweyan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putralaweyan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putralaweyan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putralaweyan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putralaweyan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putralaweyan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putralaweyan.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putralaweyan.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putralaweyan.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=69&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/batik-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a23df9e5e61720d8d27224e97680ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putralaweyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BATIK LAWEYAN SOLO</title>
		<link>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/batik-laweyan-solo/</link>
		<comments>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/batik-laweyan-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 09:07:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putralaweyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putralaweyan.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Laweyan menjadi bagian dari sejarah batik surakarta oleh karena Batik di Surakarta secara histories ada sejak masa kerajaan-kerajaan jawa. Salah satu literature mlayadipura menjelaskan Pada abad ke 16 atau tepatnya 1555 M batik ada pada jaman kerajaan Pajang. Pada waktu pemerintahan pajang Batik berada di desa laweyan yang letaknya sebelah timur keraton Pajang. Desa laweyan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=67&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Laweyan menjadi bagian dari sejarah batik surakarta oleh karena Batik di  Surakarta secara histories ada sejak masa kerajaan-kerajaan jawa. Salah  satu literature mlayadipura menjelaskan Pada abad ke 16 atau tepatnya  1555 M batik ada pada jaman kerajaan Pajang. Pada waktu pemerintahan  pajang Batik berada di desa laweyan yang letaknya sebelah timur keraton  Pajang. Desa laweyan ini pula tempat lahir dan dewasanya Raden Mas  Sutowijoyo yang menjadi cikal bakal raja-raja mataram dengan sebutan  R.M. lor ing Pasar.</p>
<p>Laweyan banyak terdapat situs-situs yang mendukung adanya salah satu  pusat batik . Situs tersebut seperti Bandar kabanaran, nama tempat lor  pasar (sekarang terdapat tugu batik) yang dulunya dipercaya sebagai  pasar sandang batik, dan bukti sarana dan prasarana atau bekas-bekas  tempat produksi batik. Nama desa laweyan sendiri mempunyai arti berasal  dari kata Lawe yang mempunyai makna benang atau tali untuk membuat bahan  sandang.</p>
<p>Pada masa kerajaan Suarakarta desa laweyan menjadi wilayah perdikan  (otonom) dan sebagai desa penghasil juga pasar batik. Ada aturan yang  dibuat pemerintahan keraton Surakarta mengenahi batik yaitu bahwa rakyat  umum tidak diperbolehkan membuat batik dengan motif-motif keraton.  Karena aturan tersebut laweyan khusunya para pengrajin membuat  motif-motif tersendiri.</p>
<p>Pada masa pra kemerdekaan masyarakat laweyan ikut dalam mempelopori  perlawanan terhadap colonial Belanda dengan mendirikan Serikat dangang  Islam (SDI) pada tahun 1909. SDI bergerak dibidang ekonomi yang mencoba  menyaingi perekonomian belanda, cina yang ada di Indonesia. Disini  pedagang batik semua tergabung dalam organisasi SDI. Salah satu tokoh  laweyan yang menjadi pelopor yaitu K.H Samanhudi yang diberi anugerah  bintang satu oleh Presiden Soekarno.</p>
<p>Pada masa kemerdekaan desa laweyan masih menopang perekonomian dengan  membuat batik. Karena hal tersebut laweyan ditetapkan menjadi kawasan  cagar budaya dan pariwisata oleh Pemerintah daerah surakarta pada  tanggal 24 september 2004. Sejak pencanangan inilah laweyan bangkit  kembali dan menobatkan dirinya menjadi kampoeng batik laweyan sebagai  kawasan belanja sandang dan budaya. Oleh karena kepeloporan masuarakat  laweyan tersebut empat tahun kemudian atau pada tahun 2008, laweyan  mendapatkan anugerah dari presiden RI sebagai desa pelopor.</p>
<p>Sampai sekarang batik Laweyan menjadi salah satu penompang perekonomian  surakarta yang cukup penting. Namun di Surakarta bukan hanya laweyan  saja yang menjadi penghasil batik. Kauman, pasar kliwon, pajang,  sondakan juga menjadi penghasil batik yang sampai sekarang tetap eksis</p>
<p><strong>Literature :</p>
<ol>
<li>Mlayadipura, 1950. Desa laweyan.</li>
<li>KRT. DR. (HC) Kalinggo Honggopuro. 2002. Batik sebagai busana dalam  tatanan dan Tuntunan. Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat.  Surakarta.</li>
<li>H. M. Soeharto bersama Tim. Indonesia Indah Ke-8. 1997. “Batik”.  Yayasan Harapan Kita / BP-3 TMII. Jakarta.</li>
<li>P. De. Kat Anggelo. Laporan tentang  batik (Inspektor pada Kantor  Buruh) Bagian II Jawa Tengah. 1930</li>
</ol>
<p></strong></p>
<p><strong><em>* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN<br />
Website : <a title="http://www.putra-laweyan.co.id" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=407257381677&amp;h=663e8db831f22a39db481e307b691115&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.putra-laweyan.co.id" target="_blank">http://www.putra-laweyan.co.id/</a></em></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://putralaweyan.wordpress.com/category/home/'>Home</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putralaweyan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putralaweyan.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putralaweyan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putralaweyan.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putralaweyan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putralaweyan.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putralaweyan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putralaweyan.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putralaweyan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putralaweyan.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putralaweyan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putralaweyan.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putralaweyan.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putralaweyan.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=67&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/batik-laweyan-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a23df9e5e61720d8d27224e97680ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putralaweyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BATIK SURAKARTA (SOLO)</title>
		<link>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/batik-surakarta-solo/</link>
		<comments>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/batik-surakarta-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 09:06:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putralaweyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putralaweyan.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan batik di Surakarta berkembang seiring dengan jaman mataram abat XVII. Namun belum ada data pasti bagaimana perkembangan batik khususnya di Surakarta. Literarur yang cukup penting adalah buku kalingggo (Pusat budaya keraton Surakarta) dan hasil penelitian P.de. Kat Angelino. Batik repport.Ded. II Midden java weltreveder lordsdru kdery : 1930 tentang batik Surakarta dan laweyan. Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=65&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan batik di Surakarta berkembang seiring dengan jaman mataram  abat XVII. Namun belum ada data pasti bagaimana perkembangan batik  khususnya di Surakarta. Literarur yang cukup penting adalah buku  kalingggo (Pusat budaya keraton Surakarta) dan hasil penelitian P.de.  Kat Angelino. Batik repport.Ded. II Midden java weltreveder lordsdru  kdery : 1930 tentang batik Surakarta dan laweyan.</p>
<p>Dalam buku Kalinggo, masyarakat Solo mengenal batik dari istilah bahasa  jawa  jarwodhosok. Istilah ini merupakan kebiasaan orang jawa  menghubung-hubungkan basa (kata). Menurut jarwodhosok batik yaitu dari  kata “Ba” yang artinya Rambating dan “tik” yaitu titik. Jadi batik  adalah rambating titik (berjalannya titik/ diawali dari titik)</p>
<p><strong>Batik surakarta di bawa ke Yogyakarta</strong></p>
<p>Di keraton surakarta sendiri batik mulai berkembang sejak PB X. yaitu  Sabda Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono X Keraton  Surakarta Hadiningrat</p>
<p><strong>“Rum Kuncaraning Bangsa Dumunung Haning Luhuring Budaya”</strong></p>
<p><strong>Artinya :</strong> Harumnya nama dan tingginya derajad suatu bangsa  terletak pada budayanya.</p>
<p>Kerajaan Surakarta adalah berawal dari pemberontakan Raden Mas Garendi  putra Kanjeng Pangeran Teposono cucu dari SISKS Amangkurat emas. KP.  Garendi berhasil merebut Kartosuro yang dibantu etnis Cina (Babad  Pacinan) bergelar Amangkurat V atau Sunan Kuning.</p>
<p>Karena kekalahan ini Pakoe Boewono dari kartosuro pindah ke Ponorogo. Di  ponorogo PB kemudian membangun kekuatan kembali dan mendapat batuan  Belanda, untuk merebut kembali kerajaan Kartosuro. Kartosura dapat  direbut kembali. Karena kondisi keraton sudah hancur, akhirnya Keraton  pindah ke sebelah timur Kartosura. Sekarang dikenal dengan Keraton  Surakarta.</p>
<p>Setelah kerajaan Surakarta dapat berdiri atas bantuan Belanda, Surakarta  mempunyai perjanjian kekuasaan yang intinya memberatkan Keraton  Surakarta. Yang dikenal babad Giyanti. Kekuasaan kerajaan Surakarta  melemah karena banyak campur tangan Belanda. Melihat krisis politik  tersebut Adik Pakoe Boewono II, Kanjeng Pangeran (KP) Mangkubumi  (mangkunegaran) tidak senang dengan Belanda. Belanda selalu memata-matai  keraton surakarta dengan membangun benteng Vetenberg sebelah  utara/depan Keraton Surakarta.</p>
<p>K.P. Mangkubumi meninggalkan Keraton Surakarta untuk bergabung dengan  pasukan tentara Pangeran Samber Nyawa atau Pangeran Mangkunegara untuk  memerangi Surakarta dan Belanda. Pangeran Pakoe Boewono Wafat karena  sakit tgl 20 November 1749. Tahta turun pada Putra Pakoe Boewono yang  bergelar K.P. Aryo Adipati Anom Hamengkunagoro Sudibyo Raja Putra  Narendra Ing Mataram.<br />
Kompeni Belanda beberapa lamanya tidak berhasil menghentikan  pemberontakan K.P Mangkubumi dan tentara KP. Samber Nyawa. Akhirnya  Belanda dengan Gubernur Hogen Dorf mengajak berunding dan disepakati  Mataram dibagi menjadi dua. Satu di bawah kekuasaan SISKS Pakoe Boewona  II yang membawahi Surakarta dan kedua, Ngayogjokarto di bawah K.P.  Mangkubumi. Perundingan ini dikenal dengan perundingan Giyanti (babad  Giyanti).</p>
<p>Kaitannya dengan busana batik pada waktu perpindahan atau kesepakatan  giyanti antara Belanda dan Kerajaan Surakarta, maka segala perabot  keraton akan dibagi menjadi dua. Semua Isen-isen Keprabon yang berupa  Pusaka, Gamelan, Titihan Kereta, Tandu/ joli/ kremun, Busana Batik juga  dikehendaki K.P. Mangkubumi yang menempati kekuasaan di yogyakarta.<br />
Wasiat Pakoe Boewono II kepada Pakoe Boewono III, sebelum diangkat  menjadi Raja</p>
<p><strong>“Mbesok menawa pamanmu Mangkubumi hangersakake ageman, parengna.”</strong></p>
<p><strong>Artinya :</strong> Apabila kelak pamanmu menghendaki busana, berikan saja.  Maka sejak itu busana batik Surakarta dibawa ke Yogyakarta.</p>
<p><strong>Literature :</p>
<ol>
<li>Mlayadipura, 1950. Desa laweyan.</li>
<li>KRT. DR. (HC) Kalinggo Honggopuro. 2002. Batik sebagai busana dalam  tatanan dan Tuntunan. Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat.  Surakarta.</li>
<li>H. M. Soeharto bersama Tim. Indonesia Indah Ke-8. 1997. “Batik”.  Yayasan Harapan Kita / BP-3 TMII. Jakarta.</li>
<li>P. De. Kat Anggelo. Laporan tentang  batik (Inspektor pada Kantor  Buruh) Bagian II Jawa Tengah. 1930</li>
</ol>
<p></strong></p>
<p><strong><em>* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN<br />
Website : <a title="http://www.putra-laweyan.co.id" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=407257896677&amp;h=18275e4a837d5424db9d9ba49fd7108d&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.putra-laweyan.co.id" target="_blank">http://www.putra-laweyan.co.id/</a></em></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://putralaweyan.wordpress.com/category/home/'>Home</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putralaweyan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putralaweyan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putralaweyan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putralaweyan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putralaweyan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putralaweyan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putralaweyan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putralaweyan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putralaweyan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putralaweyan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putralaweyan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putralaweyan.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putralaweyan.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putralaweyan.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=65&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/batik-surakarta-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a23df9e5e61720d8d27224e97680ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putralaweyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tatanan Motif Batik Dalam Pasowanan Di Keraton Surakarta (Solo)</title>
		<link>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/tatanan-motif-batik-dalam-pasowanan-di-keraton-surakarta-solo/</link>
		<comments>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/tatanan-motif-batik-dalam-pasowanan-di-keraton-surakarta-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 09:03:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putralaweyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putralaweyan.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Batik Parangrusak Batik ini dipakai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Adipati (KGPAA), Pangeran Putra, Pangeran Sentono, dan Sentonodalem yang berpangkat Bupati Riya Nginggil yang bergelar KRMH. Bathik Udan Liris Motif batik ini di pakai oleh pepatihdalem, apabila patih tersebut masih menantu dalem. Batik Rejeng Batik rejeng dikenakan oleh para komandan prajurit seperti para kolonel kumedhan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=62&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li><strong>Batik Parangrusak</strong></li>
<p>Batik ini dipakai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Adipati (KGPAA),  Pangeran Putra, Pangeran Sentono, dan Sentonodalem yang berpangkat  Bupati Riya Nginggil yang bergelar KRMH.</p>
<li><strong>Bathik Udan Liris</strong></li>
<p>Motif batik ini di pakai oleh pepatihdalem, apabila patih tersebut masih  menantu dalem.</p>
<li><strong>Batik Rejeng</strong></li>
<p>Batik rejeng dikenakan oleh para komandan prajurit seperti para kolonel  kumedhan, litnan kronel (letnan kolonel), mayor, serta abdidalem gandek  yang menjadi utusan Ingkang Sinuhun.</p>
<li><strong>Batik Tambal Kanoman</strong></li>
<p>Batikan kampuh/dodotan para bupati, bupati anom dan para juru tulis  kantor.</p>
<li><strong>Batik Semen Latar Putih</strong></li>
<p>Batik ini dipakai oleh abdidalem yang berpangkat bupati, bupati anom dan  bupati anom luar.</p>
<li><strong>Batik Padas Gempal</strong></li>
<p>Batil padhas Gempal dipakai oleh abdidalem yang berpangkat Panewu/Mantri  dari golongan Sorogeni (prajurit Sorogeni, yang berserqagam merah) ke  bawah.</p>
<li><strong>Batik Medhangan</strong></li>
<p>Motif batik medhangan dipakai oleh para panewu/mantri ke bawah dari  golongan sangkragnyana.</p>
<li><strong>Batik Kumitir</strong></li>
<p>Motif ini digunakan oleh para abdidalem Panewu/mantri ke bawah dari  golongan kanoman.</p>
<li><strong>Batik Tambal Miring</strong></li>
<p>Batik ini dipakai oleh para abdidalem Panewu/mantri dari golongan juru  tulis.</p>
<li><strong>Batik Jamblang</strong></li>
<p>Motif yang dipakai abdidalem panewu/mantri kebawah dari golongan adipati  anom.</p>
<li><strong>Batik Ayam Puser</strong></li>
<p>Motif yang dipakai oleh para abdidalem panewu/mantri kebawah dari  golongan yogeswara atau suranata atau abdidalem ulama.</p>
<li><strong>Batik Slobong</strong></li>
<p>Motif yang digunakan oleh para abdidalem panewu/mantri kebawah dari  golongan niyogo (penabuh gamelan).</p>
<li><strong>Batik Wora-Wari Rumpuk</strong></li>
<p>Motif yang digunakan oleh para abdidalem panewu/mantri ke bawah dari  golongan pangrehpraja atau yang membawahi wilayah.</p>
<li><strong>Batik Krambil Secukit</strong></li>
<p>Motif yang dipakai oleh para abdidalem panewu/mantri kebawah yang di  bawah perintah kepatihan.</p>
<li><strong>Kain Lurik Perkutut</strong></li>
<p>Merupakan kain yang digunakan abdidalem berpangkat Jajar Priyantaka.</p>
<li><strong>Kain Sindur</strong></li>
<p>Kain yang dipakai oleh abdidalem Krisdastawa atau Canthangbalung.</ol>
<p><strong>Literature :</p>
<ol>
<li>Mlayadipura, 1950. Desa laweyan.</li>
<li>KRT. DR. (HC) Kalinggo Honggopuro. 2002. Batik sebagai busana dalam  tatanan dan Tuntunan. Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat.  Surakarta.</li>
<li>H. M. Soeharto bersama Tim. Indonesia Indah Ke-8. 1997. “Batik”.  Yayasan Harapan Kita / BP-3 TMII. Jakarta.</li>
<li>P. De. Kat Anggelo. Laporan tentang  batik (Inspektor pada Kantor  Buruh) Bagian II Jawa Tengah. 1930</li>
</ol>
<p></strong></p>
<p><strong><em>* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN<br />
Website : <a title="http://www.putra-laweyan.co.id" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=407263716677&amp;h=fb147409c85ce0a0271a99cc75a35ca1&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.putra-laweyan.co.id" target="_blank">http://www.putra-laweyan.co.id/</a></em></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://putralaweyan.wordpress.com/category/home/'>Home</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putralaweyan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putralaweyan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putralaweyan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putralaweyan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putralaweyan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putralaweyan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putralaweyan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putralaweyan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putralaweyan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putralaweyan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putralaweyan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putralaweyan.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putralaweyan.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putralaweyan.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=62&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/06/tatanan-motif-batik-dalam-pasowanan-di-keraton-surakarta-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a23df9e5e61720d8d27224e97680ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putralaweyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BEBERAPA MAKNA SIMBOLIS BATIK SURAKARTA (SOLO)</title>
		<link>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/04/beberapa-makna-simbolis-batik-surakarta-solo/</link>
		<comments>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/04/beberapa-makna-simbolis-batik-surakarta-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 20:45:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putralaweyan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putralaweyan.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[BATIK DENGAN MOTIF SEMEN 1. Batik Semen Semen Rama (masa Pakoe Boewono IV) Motif mengacu pada Wejangan Prabu Ramawijaya kepada R. Wibisono, adik Dasamuka dari Alengko. Dengan ajaran Hasta Broto yang intinya ajaran : Kemakmuran (dilambangkan dengan bentuk tumbuhan atau hayat) Melindungi bumi, (dilambangkan dengan motif Gunung) Adil, keteguhan hati, keluhuran (dilambangkan dalam bentuk gambar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=52&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><strong><span style="text-decoration:underline;">BATIK DENGAN MOTIF SEMEN</span></strong></p>
<p><strong>1. Batik Semen Semen Rama (masa Pakoe Boewono IV)</strong></p>
<p>Motif mengacu pada Wejangan Prabu Ramawijaya kepada R. Wibisono, adik  Dasamuka dari Alengko. Dengan ajaran Hasta Broto yang intinya ajaran :</p>
<ol>
<li>Kemakmuran (dilambangkan dengan bentuk tumbuhan atau hayat)</li>
<li>Melindungi bumi, (dilambangkan dengan motif Gunung)</li>
<li>Adil, keteguhan hati, keluhuran (dilambangkan dalam bentuk gambar  garuda, kedudukan dilambangkan iber-iber/burung)</li>
<li>Kedudukan tinggi, kesaktian (dilambangkan dengan api)</li>
<li>Pemaaf (dilambangkan dalam bentuk naga)</li>
<li>Motif ini hanya dikenakan oleh Raja, Pangeran dan kerabat Raja saja</li>
</ol>
<p><strong>2. Batik Semen Gendhong (masa Pakoe Boewono IX, akhir abad XIX)</strong></p>
<p>Nama Gendhong artinya mengangkat atau menjunjung. Lambang atau gambaran  gedhong adalah supaya bisa mengangkat tinggi derajat keluarganya. Batik  Gendhong bisa dipakai untuk acara apa saja dan dapat digunakan semua  golongan.</p>
<p><strong>3. Batik Semen Prabu</strong></p>
<p>Semen-Prabu dikonotasikan dengan kedudukan tinggi atau kedudukan  seseorang. Suatu permohonan untuk mencapai “Kalenggahan Luhur” yang  bisa, memberikan pengayoman dalam kehidupannya. Batik ini dapat dipakai  siapa saja, tergolong batik tengahan. Batik ini termasuk Semen latar  hitam.</p>
<p><strong>4. Batik Semen Wijaya Kusuma</strong></p>
<p>Dinamakan Wijaya Kusuma adalah mengambil salah satu nama bunga pusaka  milik Prabu Kresno dalam pewayangan. Maknanya suatu keindahan seperti  bunga, yang mengandung daya perbawa sebagai lambang “panguriban”.  Tujuannya supaya diberi kehidupan yang indah atau kehidupan yang  mencukupi dan disegani di dalam masyarakat.</p>
<p>Batik Wijaya Kusuma termasuk Batik Semen latar putih.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">BATIK DENGAN MOTIF CEPLOKAN</span></strong></p>
<p><strong>1. Batik Ceplokan (Sekuntum/ biasa dengan bentuk satuan bunga)</strong></p>
<p>Pada zaman kerajaan Mataram Sultan Agung abad ke-XVII sampai Mataram  Kartosura abad XVIII motif Ceplokan sudah berkembang dan digunakan oleh  Keraton dan masyarakat umum. Adapun motif-motif batik ceplokan adalah:<br />
Macam macam Batik Ceplokan :</p>
<p><strong>2. Batik Ceplok Sriwedari</strong></p>
<p>Pada prinsipnya batik motif Ceplok Sriwedari sama dengan batik Ceplok  Lung Slop, hanya motif ukel diganti dengan isen-isen parangan. Dalam 1  raport kotak berisi lung dan lainnya berisi motif parangan.</p>
<p>Nama Sriwedari memlambangkan suatu pertamanan yang indah dan menarik.  Artinya bisa sebagai perlambang memikat hati untuk menghilangkan  kejenuhan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p><strong>3. Batik Satria Wibawa</strong></p>
<p>Jenis batik Ceplokan segi-empat dengan titik pusat ditengah, dalam  ajaran Jawa dimasukkan dalam konsep kekuasaan yang melambangkan Raja.  Satria Wibawa sudah menunjukkan kewibawaan, wataknya menep bijaksana.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">BATIK KAWUNG</span></strong></p>
<p>Kawung diambil dari nama pohon kolang-kaling (buahnya). Artinya dalam  kaweruh Jawi melambangkan ajaran sangkan paraning dumadhi. Atau ajaran  terjadinya kehidupan manusia menurut Kejawen. Sedulur papat lima pancer.</p>
<p>Pada awal Surakarta batik Kawung dipakai untuk kerabat Raja saja.  Setelah mataram terbagi menjadi dua (Yogjakarta dan Surakarta) batik ini  digunakan orang yang berbeda. Di Surakarta dikenakan kerabat Ponokawan  (dalam pewayangan/abdi dalem). Sedangkan di Yogyakarta digunakan oleh  abdi Sentana Ndhalem.</p>
<p>Batik Kawung yang diambil dari ornamen buah pohon kolang-kaling  mempunyai nilai filosofis mengisyaratkan supaya eling (ingat) kepada  Tuhan Yang Maha Esa. Beberapa jenis Batik Kawung adalah Kawung Picis  (diambil dari nama uang 10 sen), batik Kawung Bribil (uang pecahan 25  sen) dan batik kawung sen (uang pecahan 1 sen).</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">BATIK PARANG DAN LERENG</span></strong></p>
<p>Batik Parang dan Lereng bagi keraton Surakarta sebagai ageman luhur,  artinya hanya di pakai oleh Agemandhalem Sinuhun dan Putra Sentanadalem  saja, bagi abdi menjadi larangan.</p>
<p>Parang ada yang berpendapat senjata tajam yang berupa parang atau  sejenisnya. Pengertian ini disebut “wantah”. Berdasarkan pertimbangan  data, kata parang adalah perubahan dari kata pereng atau pineggiran  suatu tebing yang berbentuk lereng (diagonal). Mengambil gambaran  pesisir pantai Jawa; Paranggupito, parangkusumo, dan Parangtritis dll.</p>
<p>Tempat tersebut menjadi tempat penting karena erat kaitannya dengan  keberadaan Ingkang Sinuhun Panembahan Senopati Kerajaan Mataram, setalah  pindahnya pusat pemerintahan Jawa dari Demak ke Mataram. Tempat  tersebut merupakan tempat “teteki” atau bertapa raja Mataram pertama  yang mengilhami batik lereng pertama. Juga laku teteki atau bertapanya  Panempahan Senopati dari Parangkusumo melewati pesisir pantai selatan  menuju Dlepih Paranggupito, menelusuri tebing gunung Sewu.</p>
<p><strong>Ciri-ciri Batik Parang :</strong></p>
<ol>
<li>Bentuknya Lereng diagonal 45 0</li>
<li>Memakai mlinjon</li>
<li>Memakai sujen</li>
<li>Ada mata gareng</li>
</ol>
<p><strong>Ciri Batik Lereng :</strong></p>
<ol>
<li>Bentuknya miring diagonal 45 0</li>
<li>Tidak selalu memakai mlinjon, sujen dan mata gareng</li>
<li>Hanya dibatasi garis lurus</li>
</ol>
<p>Bisa memakai motif lung-lungan atau diseling bentuk parangan yang  disebut glebangan. Kedua motif batik ini sudah ada sebelum berdirinya  Kerajaan Mataram – Kartosuro (Parang rusak, parang barong, barang pamor,  parang rusak barong, parang kusumo, parang klitik).</p>
<p><strong>Parang kusumo</strong> adalah bunga, yang dinamakan darahing-ratu atau  disebut darah dalem. Sesuai namanya parang kusumo hanya dipakai oleh  darah dalem pancer Ingkang Sinuhun Pangeran turun temurun.</p>
<p>Untuk batik Lereng yang sudah dikenal antara lain lereng glebangan,  lereng thathit, lereng sobrah. Batik Parang maupun lereng juga  diperlambangkan sebagai lambang kesucian dan kekuatan seperti Tuhan.</p>
<p>Karena parang mempunyai konotasi yang sadis (sebuah sejata), maka hanya  orangang tertentu yang mampu memakainya, artinya meraka yang dapat  menghilangkan kekuatan magis dari parang tersebut. Maka, hanya raja dan  keturunannya saja yang mampu menghilangkan konotasi sadis.</p>
<p><strong>Batikan Kampuh Dan Kepangkatan</strong></p>
<p>Pada zaman Mataram yang diperintah oleh sultan Agung motif batik sudah  mengalami perkembangan namum belum begitu pesat. Baru pemerintah  Mataram, Surakarta Pakoe Boewana IV perkembangan motif batik semakin  pesat. Hal ini karena pada masa Pakoe Boewana IV setiap golongan dalam  keraton dibuatkan motif sendiri-sendiri. Kemudian semakin berkembang  pesat di bawah Pemerintahan Pakoe Boewono X.</p>
<p><strong>Literature :</p>
<ol>
<li>Mlayadipura, 1950. Desa laweyan.</li>
<li>KRT. DR. (HC) Kalinggo Honggopuro. 2002. Batik sebagai busana dalam  tatanan dan Tuntunan. Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat.  Surakarta.</li>
<li>H. M. Soeharto bersama Tim. Indonesia Indah Ke-8. 1997. “Batik”.  Yayasan Harapan Kita / BP-3 TMII. Jakarta.</li>
<li>P. De. Kat Anggelo. Laporan tentang  batik (Inspektor pada Kantor  Buruh) Bagian II Jawa Tengah. 1930</li>
</ol>
<p></strong></p>
<p><strong><em>* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN<br />
Website : <a title="http://www.putra-laweyan.co.id" href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=407259291677&amp;h=21238f9fd562046e346f7571b7799697&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.putra-laweyan.co.id" target="_blank">http://www.putra-laweyan.co.id/</a></em></strong></div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://putralaweyan.wordpress.com/category/home/'>Home</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putralaweyan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putralaweyan.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putralaweyan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putralaweyan.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putralaweyan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putralaweyan.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putralaweyan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putralaweyan.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putralaweyan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putralaweyan.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putralaweyan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putralaweyan.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putralaweyan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putralaweyan.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putralaweyan.wordpress.com&amp;blog=13992431&amp;post=52&amp;subd=putralaweyan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putralaweyan.wordpress.com/2010/06/04/beberapa-makna-simbolis-batik-surakarta-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f7a23df9e5e61720d8d27224e97680ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putralaweyan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
