Mengenahi pertanyaan tentang asal mula seni batik banyak versi yang mngatakan mengenahi asal muasalnya. Situs mengenaii batik ada banyak kita peroleh pada wikipedia ataupun lainnya. Versi pertama bahwa batik berasal dari luar Indonesia yaitu srilangka, gujarad, dan afrika selatan yang disebarkan lewat perdagangan ke seluruh asia termasuk Indonesia. Versi kedua adalah batik berasal dari Indonesia asli. Pendapat ini diperkuat oleh penelitian dari Soeharto dkk, dalam buku Indonesia Indah “Batik” (BP3) yaitu berawal dari penemuan situs-situs ragam hias atau pelukisan di dinding-dinding gua. Ragam hias ini banyak ditemukan di gua-gua pedalaman Kalimantan berupa ragam hias atau pelukisan gambar manusia, hewan, dan yang paling banyak adalah gambar terentang telapak tangan manusia pada dinding-dinding gua yang dibubuhi dengan pigmen merah sebagai system symbol kepercayaan magis.

Gambar gambar telapak tangan tersebut oleh masyarakat primitive merupakan kepercayaan mereka terhadap kekuatan-kekuatan gaib/ magis. Secara magis masyarakat tersebut pada awalnya teknik rintang bertujuan untuk mengundang roh pelindung guna menolak roh jahat. Telapak tangan sebagai symbol penolak bala sedangkan pigmen merah dianggap symbol roh jahat. Anggapan bahwa dari tradisi pelukisan itulah yang oleh Soeharto dkk, sebagai asal muasal seni batik. Versi ini dikarenakan oleh teknik pelukisan di dinding gua tersebut menggunakan teknik rintang warna seperti pada seni batik.

Perkembangan seni ini belum ada yang meneliti secara detail bagaimana dari pelukisan di dinding gua sampai menjadi bahan sandang batik. Akan tetapi dapat dianalisa dan dijadikan pijakan bagaimana perkembangan seni batik yaitu dari pelukisan di dinding gua kemudian masyarakat primitive berkembang dan mengeksplorasi zat-zat pewarna alam. Masyarakat pedalaman memanfaatkan penemuannya tersebut bukan lagi pada pelukisan di gua melainkan mulai melakukan pelukisan di tubuh dengan istilah rajah (tattoo). Kemudian setelah peradapan manusia semakin maju masyarakat primitive pun mulai mengenal pakaian dan seni pewarnaan mulai masuk pada sandang.

Asumsi tersebut cukup masuk akal mengingat ada bukti-bukti bagaimana pewarnaan pada tubuh (body painting) sampai pada pelukisan dan pewarnaan pada sandang sampai sekarang masih ada. Kemudian oleh karena perkembangan peradapan manusia yang semakin maju maka batik atau teknik rintang warna mulai dikembangkan dan mengalami penyempurnaan-penyempurnaa

n. Penyebaran yang memungkinkan adalah perdagangan dan pada saat masyarakat pada fase masyarakat kerajaan. Dari sinilah akulturasi budaya berkembang dan mengalami pemodifikasian dari bentuk sedehana menjadi bentuk baru.

Pada teori di atas jelaslah bahwa batik merupakan peninggalan budaya manusia terutama pada system religi dan berkembang menjadi kesenian. Bukti-bukti yang menguatkan batik berasal dari Indonesia yang dimulai dari pedalaman Kalimantan yaitu; batik mulai menjadi budaya berkembang pesat pada jaman kerajaan dan di Indonesia kerajaan pertama kali tumbuh adalah Kutai di Kalimantan.

Literature :

  1. Mlayadipura, 1950. Desa laweyan.
  2. KRT. DR. (HC) Kalinggo Honggopuro. 2002. Batik sebagai busana dalam tatanan dan Tuntunan. Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat. Surakarta.
  3. H. M. Soeharto bersama Tim. Indonesia Indah Ke-8. 1997. “Batik”. Yayasan Harapan Kita / BP-3 TMII. Jakarta.
  4. P. De. Kat Anggelo. Laporan tentang batik (Inspektor pada Kantor Buruh) Bagian II Jawa Tengah. 1930

* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN
Website : http://www.putra-laweyan.co.id/