Perkembangan batik di Surakarta berkembang seiring dengan jaman mataram abat XVII. Namun belum ada data pasti bagaimana perkembangan batik khususnya di Surakarta. Literarur yang cukup penting adalah buku kalingggo (Pusat budaya keraton Surakarta) dan hasil penelitian P.de. Kat Angelino. Batik repport.Ded. II Midden java weltreveder lordsdru kdery : 1930 tentang batik Surakarta dan laweyan.

Dalam buku Kalinggo, masyarakat Solo mengenal batik dari istilah bahasa jawa jarwodhosok. Istilah ini merupakan kebiasaan orang jawa menghubung-hubungkan basa (kata). Menurut jarwodhosok batik yaitu dari kata “Ba” yang artinya Rambating dan “tik” yaitu titik. Jadi batik adalah rambating titik (berjalannya titik/ diawali dari titik)

Batik surakarta di bawa ke Yogyakarta

Di keraton surakarta sendiri batik mulai berkembang sejak PB X. yaitu Sabda Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono X Keraton Surakarta Hadiningrat

“Rum Kuncaraning Bangsa Dumunung Haning Luhuring Budaya”

Artinya : Harumnya nama dan tingginya derajad suatu bangsa terletak pada budayanya.

Kerajaan Surakarta adalah berawal dari pemberontakan Raden Mas Garendi putra Kanjeng Pangeran Teposono cucu dari SISKS Amangkurat emas. KP. Garendi berhasil merebut Kartosuro yang dibantu etnis Cina (Babad Pacinan) bergelar Amangkurat V atau Sunan Kuning.

Karena kekalahan ini Pakoe Boewono dari kartosuro pindah ke Ponorogo. Di ponorogo PB kemudian membangun kekuatan kembali dan mendapat batuan Belanda, untuk merebut kembali kerajaan Kartosuro. Kartosura dapat direbut kembali. Karena kondisi keraton sudah hancur, akhirnya Keraton pindah ke sebelah timur Kartosura. Sekarang dikenal dengan Keraton Surakarta.

Setelah kerajaan Surakarta dapat berdiri atas bantuan Belanda, Surakarta mempunyai perjanjian kekuasaan yang intinya memberatkan Keraton Surakarta. Yang dikenal babad Giyanti. Kekuasaan kerajaan Surakarta melemah karena banyak campur tangan Belanda. Melihat krisis politik tersebut Adik Pakoe Boewono II, Kanjeng Pangeran (KP) Mangkubumi (mangkunegaran) tidak senang dengan Belanda. Belanda selalu memata-matai keraton surakarta dengan membangun benteng Vetenberg sebelah utara/depan Keraton Surakarta.

K.P. Mangkubumi meninggalkan Keraton Surakarta untuk bergabung dengan pasukan tentara Pangeran Samber Nyawa atau Pangeran Mangkunegara untuk memerangi Surakarta dan Belanda. Pangeran Pakoe Boewono Wafat karena sakit tgl 20 November 1749. Tahta turun pada Putra Pakoe Boewono yang bergelar K.P. Aryo Adipati Anom Hamengkunagoro Sudibyo Raja Putra Narendra Ing Mataram.
Kompeni Belanda beberapa lamanya tidak berhasil menghentikan pemberontakan K.P Mangkubumi dan tentara KP. Samber Nyawa. Akhirnya Belanda dengan Gubernur Hogen Dorf mengajak berunding dan disepakati Mataram dibagi menjadi dua. Satu di bawah kekuasaan SISKS Pakoe Boewona II yang membawahi Surakarta dan kedua, Ngayogjokarto di bawah K.P. Mangkubumi. Perundingan ini dikenal dengan perundingan Giyanti (babad Giyanti).

Kaitannya dengan busana batik pada waktu perpindahan atau kesepakatan giyanti antara Belanda dan Kerajaan Surakarta, maka segala perabot keraton akan dibagi menjadi dua. Semua Isen-isen Keprabon yang berupa Pusaka, Gamelan, Titihan Kereta, Tandu/ joli/ kremun, Busana Batik juga dikehendaki K.P. Mangkubumi yang menempati kekuasaan di yogyakarta.
Wasiat Pakoe Boewono II kepada Pakoe Boewono III, sebelum diangkat menjadi Raja

“Mbesok menawa pamanmu Mangkubumi hangersakake ageman, parengna.”

Artinya : Apabila kelak pamanmu menghendaki busana, berikan saja. Maka sejak itu busana batik Surakarta dibawa ke Yogyakarta.

Literature :

  1. Mlayadipura, 1950. Desa laweyan.
  2. KRT. DR. (HC) Kalinggo Honggopuro. 2002. Batik sebagai busana dalam tatanan dan Tuntunan. Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat. Surakarta.
  3. H. M. Soeharto bersama Tim. Indonesia Indah Ke-8. 1997. “Batik”. Yayasan Harapan Kita / BP-3 TMII. Jakarta.
  4. P. De. Kat Anggelo. Laporan tentang batik (Inspektor pada Kantor Buruh) Bagian II Jawa Tengah. 1930

* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN
Website : http://www.putra-laweyan.co.id/