1. Batik Parangrusak
  2. Batik ini dipakai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Adipati (KGPAA), Pangeran Putra, Pangeran Sentono, dan Sentonodalem yang berpangkat Bupati Riya Nginggil yang bergelar KRMH.

  3. Bathik Udan Liris
  4. Motif batik ini di pakai oleh pepatihdalem, apabila patih tersebut masih menantu dalem.

  5. Batik Rejeng
  6. Batik rejeng dikenakan oleh para komandan prajurit seperti para kolonel kumedhan, litnan kronel (letnan kolonel), mayor, serta abdidalem gandek yang menjadi utusan Ingkang Sinuhun.

  7. Batik Tambal Kanoman
  8. Batikan kampuh/dodotan para bupati, bupati anom dan para juru tulis kantor.

  9. Batik Semen Latar Putih
  10. Batik ini dipakai oleh abdidalem yang berpangkat bupati, bupati anom dan bupati anom luar.

  11. Batik Padas Gempal
  12. Batil padhas Gempal dipakai oleh abdidalem yang berpangkat Panewu/Mantri dari golongan Sorogeni (prajurit Sorogeni, yang berserqagam merah) ke bawah.

  13. Batik Medhangan
  14. Motif batik medhangan dipakai oleh para panewu/mantri ke bawah dari golongan sangkragnyana.

  15. Batik Kumitir
  16. Motif ini digunakan oleh para abdidalem Panewu/mantri ke bawah dari golongan kanoman.

  17. Batik Tambal Miring
  18. Batik ini dipakai oleh para abdidalem Panewu/mantri dari golongan juru tulis.

  19. Batik Jamblang
  20. Motif yang dipakai abdidalem panewu/mantri kebawah dari golongan adipati anom.

  21. Batik Ayam Puser
  22. Motif yang dipakai oleh para abdidalem panewu/mantri kebawah dari golongan yogeswara atau suranata atau abdidalem ulama.

  23. Batik Slobong
  24. Motif yang digunakan oleh para abdidalem panewu/mantri kebawah dari golongan niyogo (penabuh gamelan).

  25. Batik Wora-Wari Rumpuk
  26. Motif yang digunakan oleh para abdidalem panewu/mantri ke bawah dari golongan pangrehpraja atau yang membawahi wilayah.

  27. Batik Krambil Secukit
  28. Motif yang dipakai oleh para abdidalem panewu/mantri kebawah yang di bawah perintah kepatihan.

  29. Kain Lurik Perkutut
  30. Merupakan kain yang digunakan abdidalem berpangkat Jajar Priyantaka.

  31. Kain Sindur
  32. Kain yang dipakai oleh abdidalem Krisdastawa atau Canthangbalung.

Literature :

  1. Mlayadipura, 1950. Desa laweyan.
  2. KRT. DR. (HC) Kalinggo Honggopuro. 2002. Batik sebagai busana dalam tatanan dan Tuntunan. Yayasan Peduli Keraton Surakarta Hadiningrat. Surakarta.
  3. H. M. Soeharto bersama Tim. Indonesia Indah Ke-8. 1997. “Batik”. Yayasan Harapan Kita / BP-3 TMII. Jakarta.
  4. P. De. Kat Anggelo. Laporan tentang batik (Inspektor pada Kantor Buruh) Bagian II Jawa Tengah. 1930

* Copyright © 2010. Doc.BATIK PUTRA LAWEYAN
Website : http://www.putra-laweyan.co.id/